Selasa, 08 Mei 2018

REVIEW WORKSHOP: CREATIVE ECOSYSTEM FOR CREATIVEPRENUER

Pemateri: M. Arief Budiman
Tempat: Flamboyan Room, AAC Dayan Dawood. Universitas Syiah Kuala
Hari/jam: jumat/09.00
 
 Saya berada dibawah no.4 dari kiri
 
Haii Haiii para readers... 
Hari ini aku akan berbagi sedikit ilmu yang kudapat dari seminar yang kuikuti tempo hari
Pembahasannya cukup menarik, yaitu mengenai CREATIVE ECOSYSTEM FOR CREATIVEPRENUER, ini cocok banget buat kalian para creativepreneur maupun bagi readers yang sedang ingin mencoba memulai usaha kreatif. Baca sampai habiss yaaaaa !!
 
Bagaimana membangun kreatifitas ekosistem?
            Kreativitas atau ekonomi kreatif tidak akan tumbuh jika tidak ada ekosistem, namun sayangnya banyak pemerintah yang tidak terlalu memperdulikan ekosistem didaerahnya, sehingga kita sendiri sebagai masyarakat harus sadar dan harus memperhatikan ekosistem sekitar kita agar pemerintahnya juga akan sadar akan pentingnya ekosistem.
            Pak Arief (pemateri seminar) mengatakan kreativitas adalah tentang bagaimana kita melihat masalah sebagai peluang meraih kesuksesan. Jika  kita dapat merubah pola pikir kita maka masalah yang kita hadapi akan menjadi peluang untuk diri kita sendiri. Jika kita dihadapkan dengan suatu masalah maka kita harus menjalankannya dengan ikhlas agar masalah tersebut tidak menjadi berat, misalnya seperti film Jaws, dimana karakter atau tokoh utamanya yaitu si Hiu (robot yang digunakan sebagai peran hiu) rusak total karena Hiu tersebut terbuat dari besi dan ada kandungan di air laut yang membuat besi tersebut menjadi berkarat dan si Hiu robot pun rusak. Karena si Hiu rusak parah pembuatan film terhenti dan pihak perusahaan juga tidak mau menanggung kerugian atas kerusakan tersebut karena banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk proses pembuatan Hiu sebelumnya. Dikarenakan pihak perusahaan yang tidak mau menanggung kerusakan Hiu  produser film diharuskan berfikir dengan pola yang berbeda dan menjadikan masalah yang dihadapi agar menjadi peluang. Singkat cerita produser akhirnya mengubah tema film tersebut menjadi film horor dimana Hiu(robot) hanya ditampilkan sesekali dan ditambahkan efek sound yang mengerikan sehingga menjadikan film tesebut menjadi horor dan menegangkan saat ditonton. Tak sia-sia usaha sang produser film ini pun masuk menjadi salah satu film Box Office Terbaik yang meraih banyak penghargaan. Menarik kan?
Dari cerita tadi kita dapat menyimpulkan bahwa dengan mengubah pola pikir kita dapat menjadikan masalah menjadi peluang.
 
·     Apakah Tips menjadi kreatif?
            Bapak Arif mengatakan bahwa tidak ada jawaban untuk pertanyaan diatas, karena kreatifitas adalah soal habbit, jika kita tidak terbiasa hidup dengan cara berbeda maka kita tidak akan menjadi kreatif. Mengubah habbit adalah alternatif menjadi kreatif.
            Dunia kreativitas tergantung pada anggel yang kita gunakan, bisnis kreatif hampir sebagian besar terkoneksi dengan internet, dunia online dapat dimanfaatkan tanpa harus melihat fisik. Hampir semuan orang bertransaksi melalui online.
           
·    10 Prinsip Kota Kreatif :
Prinsip-prinsip kota kreatif adalah:
1. Kota yang welas asih.
2. Kota yang inklusif.
3. Kota yang melindungi HAM.
4. Kota yang memuliakan kreativitas warganya.
5. Kota yang tumbuh bersama lingkungan yang lestari.
6. Kota dengan kearifan lokal dn semangat pembaharuan.
7. Kota yang dikelola transparan, adil, jujur.
8. Kota yang memenuhi kebutuhan dasar warganya.
9. Kota yang memanfaatkan energi terbaharukan.
10. Kota yang menyediakan fasilitas umum yang layak
 
Semoga Bermanfaat Readers .... !
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review: Video Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia Youtube

Era globalisasi saat ini banyak memberikan dampak terhadap perkembangan berbagai sektor dari tekhnologi hingga ekonomi. Perkembangan tekhn...